Kasus Pemerkosaan 3 Bocah Bersaudara di Luwu Timur, Trending :Percuma Lapor Polisi

Okt 12, 2021

Santer, kasus dugaan pemerkosaan terhadap tiga bocah bersaudara yang semuanya masih di bawah 10 tahun yang terjadi 2019 lalu, kini jadi perbincangan publik.

Bahkan kasus ini jadi trending di Twitter dengan hastag atau tagar (#) Tiga Anak Saya Diperkosa, sepanjang Kamis (7/10) sore hingga malam ini.

Sampai berita ini diturunkan, tagar Tiga Anak Saya Diperkosa sudah dicuitkan sebanyak 16 ribu kali.

Bahkan beberapa pengguna, Twitter menandai akun @DivHumas_Polri dan @KomnasPerempuan.

Postingan itu mengunggah curhatan seorang ibu di Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang dimuat oleh projectmultatuli.org, pada Rabu (6/10/2021).

Dalam artikel itu, ibu ketiga korban kasus rudapaksa ditulis dengan identitas Lydia (bukan nama sebenarnya), menceritakan perjalanan kasus pencabulan yang dialami ketiga anaknya.

Pelakunya disebutkan adalah mantan suami sendiri atau ayah dari ketiga korban. Konon terduga pelaku ini merupakan pejabat di Lingkup Pemkab Lutim.

Namun, seiring perjalanan kasus yang mulai bergulir sejak 2019, polisi rupanya menerbitkan Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3). Mengenai kasus pemerkosaan di Luwu Timur ini, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan membenarkan munculnya SP3 atas penanganan kasus itu.

Tagar percuma lapor polisi terus dilakukan oleh para warga netizen, aktivis perempuan, perlindungan anak dan Komnas perempuan.