“Tarik Rem Darurat”, IHSG Anjlok dan Anak Buah Jokowi Salahkan Anies

0 Komentar

Foto: FIN Indonesia

UPOS.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI pada Kamis (10/9/2020) pagi, dibuka anjlok ke level 5.084,32. Akibatnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan saham.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dampak anjloknya IHSG lantaran adanya pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Hari ini, indeks masih ada ketidakpastian akibat daripada announcement Gubernur DKI tadi malam. Sehingga, pagi tadi, indeks sudah di bawah 5.000,” tutur Airlangga dalam Webinar Kamar Dagang dan Industri (KADIN), dikutip dari Fin.co.id, pada Kamis (10/9/2020).

Airlangga mengatakan, sebenarnya, kinerja pasar keuangan sudah menunjukkan arah positif sejak beberapa pekan terakhir. Indeks saham sektoral mengalami penguatan pada sebagian besar sektor dengan variasi kenaikan hingga di atas 20 persen. Namun kinerja tersebut berubah setelah ucapan Anies soal rencana PSBB total di Jakarta

Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga tidak menyetujui adanya larangan operasi perkantoran selama PSBB. Dia mengatakan, 50 persen perkantoran akan tetap buka selama PSBB.

“Kami sudah menyampaikan bahwa sebagian besar kegiatan perkantoran melalui flexible working hours. Sekitar 50 persen di rumah, dan 50 persen di kantor, dan 11 sektor tetap dibuka,” ujar Airlangga.

Dia menyebut, salah satu sektor yang perlu menjadi pertimbangan Pemprov DKI Jakarta soal penyebaran Covid-19 di transportasi umum. Untuk itu, Airlangga juga meminta Pemprov DKI Jakarta meninjau kebijakan ganjil genap.

“Karena sebagian besar dari yang terpapar dari data yang ada, 62 persen di RS Kemayoran basisnya akibat transportasi umum. Sehingga beberapa hal yang perlu dievaluasi terkait dengan ganjil genap. Ini sudah sampaikan ke Gubernur DKI,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan menarik rem darurat di Ibu Kota terkait penularan Corona. Itu artinya, PSBB skala besar kembali dilakukan. Perkantoran dan segala aktivitas perekonomian kembali dibatasi.

“Maka dengan melihat kedaruratan ini maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020) malam. (*)

Sumber : Fin.co.id
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment