Mahasiswa FBS UNM Gelar Aksi Lagi, Tolak Omnibus Law Ciptaker

0 Komentar

Mahasiswa FBS UNM kembali menggelar unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Ciptakerja, Rabu (14/10).

UPOS.ID, MAKASSAR – Tolak Omnibus Law, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar aksi di simpang tiga Jalan AP Pattarani, Jalan Alauddin, Rabu (14/10/20).

Aksi demonstrasi di Makassar kembali digelar dengan tuntunan yang sama yakni menolak dengan tegas akan adanya UU Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai akan membawa dampak buruk bagi tenaga kerja atau buruh.

Pengesahan UU Cipta Kerja yang berlangsung pada 5 Oktober 2020 lalu dinilai terlalu terburu-buru sehingga memancing kemarahan publik hingga terjadinya demonstrasi besar-besaran beberapa hari terakhir ini.

Oleh karena itu, sebagai bentuk kekecewaan akan sikap DPR RI yang dinilai tidak pro rakyat, mahasiswa FBS UNM dengan ini kembali turun ke jalan guna menyuarakan aspirasi masyarakaan khususnya kaum pekerja yang akan terkena dampak langsung dari UU yang telah disahkan ini.

Ahmad Faizal selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris FBS UNM dalam orasinya menyampaikan bahwa UU Cipta Kerja telah mendestruksi (merusak) amanat dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003.

“UU Cipta Kerja atau Omnibus Law itu adalah UU yang telah mendestruksi apa yang telah menjadi kebutuhan daripada rakyat Indonesia, yang telah mendestruksi apa yang menjadi amanat dalam UU ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam UU Cipta Kerja itu bagaimana pemerintah mengatur hak-hak buruh yang dipekerjakan perjam, berpotensi akan diberi upah perjam, berpotensi diberikan upah dibawah upah minimum, dan tidak mendapat kelayakan hidup,” ucapnya dengan tegas.

Tak hanya itu, Presiden BEM FBS UNM yakni Amastasha juga mengatakan bahwa mereka turun kejalan lantaran gelisah dengan disahkannya UU Cipta Kerja dan tak adanya kejelasan mengenai draf UU Cipta Kerja.

“Jadi kami turun karena sudah beberapa hari ini kami gelisah dengan disahkannya UU Cipta Kerja tanggal 5 Oktober kemarin, tapi drafnya belum ada kejelasan. Ada isu yang kami dengar kalau ada beberapa naskah yang berbeda,” jelasnya.

Tak sampai disitu, Amastha juga menambahkan jika mereka (mahasiswa FBS) akan tetap mengawal hingga Omnibus Law dicabut.

“Kami akan tetap mengawal hingga Omnibus Law ini dicabut,” pungkasnya.

Penulis : Elvira (Mg)
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment