Dinkes Makassar Akan Tracking Kasus Covid-19 Pada Pekerja Kantoran

0 Komentar

Ilustrasi. Ist

UPOS.ID, MAKASSAR – Pekan lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar berencana akan melakukan tes swab kembali di empat kecamatan yang dinilai belum maksimal dalam tracking kasus Covid-19.

Namun, rencana tersebut dikabarkan ditunda, sebab kata Kepala Diskes Makassar, Naisyah Tun Azikin, pihaknya memilih mengutamakan tracking kasus Covid-19 pada sektor perkantoran.

“Swab empat kecamatan belum ada perencanaan. Kita masih jalan dulu tracking pada yang lain yang prioritas misalnya ada kantor yang ada positif kita fokus dulu di tempat seperti itu,” ungkap Naisyah saat dihubungi, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, sektor perkantoran menjadi salah satu klaster Covid-19, sehingga perlu melakukan tracking lebih cepat pada pekerja kantor, agar penyebaran Covid-19 dapat tertekan.

“Beberapa hari ini. Misalnya kemarin sudah dua kali di Pemkot karena  ada yang di Bappeda yang positif, nah kita fokus dulu yang jelas jelas ada yang kontak positif di situ,” bebernya.

Senada dengan Tim Ketua Tim Konsultan Epidemiologi, Ansariadi, ia menuturkan perlu penanganan khusus pada karyawan swasta, untuk memutus mata rantai Covid-19 pada keluarganya. Seperti, melakukan tes swab massal pada karyawan swasta untuk mengidentifikasi Covid-19.

“Harus kita pikirkan (swab) di perkantoran. Kalau kasus Covid di perkantoran bisa dikurangi, maka bisa dikurangi juga kasus (Covid-19) pada IRT dan anak-anak. Pada dasarnyakan, ini yang bawa pulang ke rumah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ansariadi juga menyarankan tes swab massal kembali dilakukan di kecamatan potensi zona merah, setelah tes tahap pertama minim partisipasi dari masyarakat.

“Kita liat ada beberapa kecamatan yang memang itu ditemukan kasus positif banyak, tapi yang ikut tes swab itu sedikit,” ucap Ansariadi, Senin (5/10/2020) beberapa hari yang lalu.

Empat kecamatan berdasarkan data pemeriksaan tersebut yakni Rappocini, Biringkanayya, Tallo dan Mamajang. Di 4 kecamatan tersebut, dinilai Ansariadi masih belum terlacak secara maksimal disebabkan minimnya capaian target yang telah dialokasikan Diskes di setiap kecamatan. 


Penulis : Annisa Nurul Izmi
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment