Pendamping Guru Penggerak Sambangi Dinas Pendidikan Wajo, Ini Tujuannya

0 Komentar

Lima Pendamping Guru Penggerak dari sembilan Pendamping Guru Penggerak yang bertugas di Kabupaten Wajo bersilaturahim di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, pada Selasa (10/11/2020).

UPOS.ID, WAJO – Lima Pendamping Guru Penggerak dari sembilan Pendamping Guru Penggerak yang bertugas di Kabupaten Wajo bersilaturahim di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, pada Selasa (10/11/2020).

Silaturahim ini disambut baik oleh Drs. Faisal selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo dan Andi Syafruddin selaku Penanggungjawab Program Pendidikan Calon Guru Penggerak Kabupaten Wajo.

Dalam kunjungannya, Pendamping Guru Penggerak ini mengharapkan adanya dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo agar program ini bisa berjalan lancar selama
sembilan bulan ke depan.

Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Program ini bisa diikuti oleh guru TK, SD, SMP, dan SMA.

“Salah satu peran yang bisa dilakukan oleh Guru Penggerak yaitu menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya. Program Guru Penggerak dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan,” papar Sudarta yang merupakan Pendamping Guru Penggerak dari SMK Negeri 5 Sidrap.

Sementara itu, Ishak yang merupakan Guru SMP Negeri 4 Sengkang menjelaskan, tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.

“Program Guru Penggerak berfokus pada pedagogi serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik, pelatihan yang menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui on-the-job coaching, pendekatan formatif dan berbasis pengembangan, serta kolaboratif dengan pendekatan sekolah menyeluruh,” paparnya.

Calon Guru Penggerak akan mempelajari tiga modul pelatihan. Paket pertama adalah Paradigma dan Visi Guru Penggerak, dengan materi refleksi filosofi pendidikan Indonesia-Ki Hadjar Dewantara, nilai-nilai dan visi Guru Penggerak, serta membangun budaya positif di sekolah.

Paket kedua adalah Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid, dengan materi pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial dan emosional, serta pelatihan (coaching).

Paket ketiga adalah Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah, berisi materi tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, dan pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo,  Faisal sangat mendukung Program Guru Penggerak. Menurutnya, esensi dari program ini adalah akan melahirkan pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Guru yang mampu merefleksikan filosofi Pendidikan ki Hadjar Dewantara di dalam ruang-ruang kelas, mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Konsep ini sudah lama dicetuskan oleh Ki Khajar Dewantara lalu pelan-pelan tergilas oleh perubahan sistem Pendidikan di Indonesia yang menyamaratakan regulasi dan kurikulum dari Sabang sampai Merauke.

“Alhamdulilah sekarang mulai digaungkan kembali oleh Pak Menteri. Saya percaya semua anak punya potensi, tugas Guru adalah mendampingi anak memaksimalkan potensi dan mewujudkan cita-citanya. Kelak output program ini akan melahirkan bibit-bibit unggul di masa depan,” ujar Faisal dalam keterangannya.

“Tantangan pasti akan ada, mungkin di awal program banyak yang mendaftar karena penasaran, mungkin ada beberapa yang merasa terjebak dan masih bingung, tapi insyaAllah jika dijalani dengan kesungguhan dan hati yang ikhlas akan mendapatkan hasil dan dampak yang positif untuk Pendidikan di Kabupaten Wajo. Jika dianalogikan seperti pada awal pandemi, banyak yang merasa gagap, bingung mau melangsungkan PJJ tetapi setelah berjalan akhirnya bisa terlaksana. Prediksi pembelajaran daring baru akan terlaksana beberapa tahun ke depan di sekolah-sekolah di Indonesia ternyata sudah terlaksana sembilan bulan terakhir. Tinggal bagaimana cara memotivasi diri untuk terus belajar, support teman sejawat, kepala sekolah tentu diperlukan agar kegiatan ini bisa berjalan sesuai rencana,” lanjutnya lagi.

Faisal juga mengharapkan agar para pendamping dapat menjadi rekan diskusi yang baik untuk membantu calon Guru Penggerak dalam mengimplementasikan merdeka belajar di sekolah, memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan, dan memberi umpan balik yang konstruktif.

Menjelang pelaksanaan Lokakarya 1 di Hotel Sermani tanggal 14 November 2020 nanti, Faisal mengharapkan agar kegiatan lokakarya ini berjalan lancar dan membawa manfaat sebesar-besarnya. Beliau juga menyampaikan selamat datang kepada Panitia PPPPTK Penjas/BK yang akan bertandang ke Kabupaten Wajo selaku penanggungjawab Program Pendidikan Guru Penggerak di Sulawesi Selatan.

Sekedar diketahui, kelima Pendamping Guru Penggerak yang turut dalam sosialisas itu yaitu Ansar, S.Pd (guru SDN 327 Sumpursia), Ernawati Umar, S.Pd. (Guru SDN 260 Lapongkoda), Ishak, S.Pd. M.Sai.(Guru SMP Negeri 4 Sengkang), Arni Susanti Oktavia, M.Pd., (Guru SMK Negeri 2 Wajo) dan Sudarta, S.Pd.M.Pd. (Guru SMK Negeri 5 Sidrap).  Sementara keempat pendamping lain tidak sempat hadir karena sedang melakukan pendaampingan individu di sekolah CGP yaitu  Dr. Saripuddin, M.M (MKPS Kabupaten Sidrap), Irham Halik, S.Pd. M.Pd. (Guru SMK Negeri 4 Soppeng), Firmansyah, S.Pd., M.Pd. (Guru SDN 244 Lawo Kab. Soppeng), dan Risman Hasli ( Guru SDN 135 Salebbo Mario Kab. Soppeng).

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment