Praktisi Politik Sebut Tren Survei Appi-Rahman di Jalur Kemenangan

0 Komentar

Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa.

UPOS.ID, MAKASSAR – Praktisi politik Akbar Endra ikut memberikan tanggapan atas survei elektabilitas empat pasangan calon (paslon) di Pilwalkot Makassar 2020, khususnya dua paslon teratas yang bersaing, yakni nomor urut satu Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA) dan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman).

Menurut mantan Legislator Maros dua periode itu, survei tren kenaikan Appi-Rahman yang berada di posisi kedua di banyak lembaga survei sangat berbahaya bagi ADAMA yang notabene adalah paslon berstatus petahana. Dimana setiap bulannya Appi-Rahman terus naik trennya dan ADAMA cenderung terus menurun.

“Saya melihat paslon nomor dua ini bahaya kenaikan trennya. Sebab petahana kalau mau aman, logika survei mengatakan harus di posisi 60 persen ke atas, nah petahana yang satu ini (ADAMA) justru di bawah 40 persen yang cendrung terus turun trennya dari banyak paparan survei yang ada,” kata Akbar dalam diskusi politik yang dikemas santai di Warkop Sija Sawerigading, Sabtu (21/11).

Akbar meyakini, apa yang dikatakannya, adalah logika survei yang juga dipahami semua lembaga survei termasuk diantaranya, LSI Denny JA dan SMRC Saiful Mujani.

Selain itu, kata Akbar, hampir semua lembaga survei juga meyakini bahwa data orang-orang atau pemilih yang belum menentukan pilihannya sudah pasti tidak memilih petahana.

“Lebih bahayanya lagi karena setiap lembaga survei punya data orang-orang yang belum menentukan pilihan. Nah mereka ini dalam logika survei sudah pasti tidak memilih petahana. Jangan kira, angka itu cukup sangat besar,” katanya menjelaskan.

Kemudian dia mencontohkan, misalnya hasil survei terbaru SSI yang dilakukan 1-8 November 2020, menempatkan elektabilitas Appi-Rahman di angka 30% atau terpaut hanya 8 persen dari top survei yang ditempati ADAMA yang memperoleh 38,05 persen. Hasil survei tersebut undecided votersnya 8,78 persen, dan swing voters 30,98 persen.

Nah, tegas politisi Partai Demokrat itu, hasil survei SSI jika dibandingkan dengan hasil survei-survei sebelumnya, terlihat jelas tren Appi-Rahman terus naik dan ADAMA cenderung menurun.

“Hasil survei seperti ini juga banyak terjadi di pilkada daerah lain. Misalnya DKI lalu yang unggul selalu Ahok, tapi yang menang adalah Anie-Sandi. Kunci kemenangan di Makassar ini adalah siapa yang bisa menguasai undecided voters. Maka Appi-Rahman kalau mau menang harus terus bergerak kesana supaya mereka memilihnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman Erwin Aksa menambahkan,  lembaga survei internal tim Appi-Rahman dari Jakarta terus melakukan survei tiap pekannya. Hasilnya sangat menggembirakan. Pekan lalu sudah terjadi crossing. Artinya Appi-Rahman sudah melampaui Adama.

“Alhamdulillah, Ini menggembirakan hasil yang diraih Appi-Rahman dengan kerja-kerja Tim yang kian masif serta dukungan warga Makassar. Lembaga survei yang bekerja tiap pekannya melaporkan jika survei Appi-Rahman sudah melampaui paslon yang selama ini disebut-sebut unggul (ADAMA),” jelas Erwin Aksa.

Seperti diketahui, sebelum rilis survei SSI, ada beberapa lembaga lain yang merilis survei Pilwalkot Makassar 2020, diantaranya; Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang melakukan survei pada 21-25 September 2020 lalu menempatkan Danny-Fatma: 41,9 Persen, Appi-Rahman: 17,8 Persen, Ical-Fadli: 16,6 Persen, None-Zunnun: 6,8 persen. Dengan Undecided Voters 16,9 persen dan Swing Voters 54 persen.

Selanjutnya lembaga Celebes Research Center (CRC) berdasarkan survei pada 25 September – 5 Oktober 2020 menunjukan Danny-Fatma 40,4 Persen, Appi-Rahman 23,5 Persen, Ical-Fadli 14 Persen dan None-Zunnun 6,5 persen.

Dengan undecided voters 15,6 persen, dan swing voters 24,3 persen.

Dari September hingga pekan pertama November 2020 kemarin, dirangkum dari tiga lembaga survei di atas menunjukan Danny-Fatma mengalami penurunan elektabilitas hingga 3 persen. Appi-Rahman di waktu dan lembaga survei yang sama menunjukan tren elektabilitas yang menanjak menyentuh angka 13 persen.(*)

Penulis : Majid
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment