Hadirkan Literasi Warung Kopi, KNPI Maros Jalin kerjasama dengan Amanda Cafe

0 Komentar

UPOS.ID, Maros – Pengurus DPD KNPI Kabupaten Maros melakukan penyerahan Rak buku di warkop Amanda, kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Rak buku yang di beri nama Literasi Warung Kopi ini terlaksana atas kerjasama DPD KNPI Maros, DPK KNPI Cenrana dan Amanda Cafe. (26/11/2020)

Adapun penyerahan dihadiri oleh Rizal Pauzi (Sekretaris KNPI Maros), Ahmad Hunain (Wakil Sekretari Komisi Literasi dan Perpustakaan), Firdaus (Wakil bendahara komisi riset dan teknologi) dan Faisal Hidayat (Anggota Komisi Literasi). Turut hadir menerima Yusuf Arisandi (ketua DPK KNPI Cenrana) dan Ainun Laila Sari (pengelola Amanda Cafe).

Ketua DPK KNPI Cenrana, Yusuf Arisandi mengucapkan puji syukur atas kerjasama dan dukungan DPD KNPI akhirnya literasi warung kopi untuk pertama kalinya di Kabupaten Maros dihadirkan di Cenrana. Kedepan kita akan mendorong kegiatan bedah buku maupun peningkatan skill secara rutin di tempat ini.

Sementera itu, Ahmad Hunain (Wakil Sekretari Komisi Literasi dan Perpustakaan) mengatakan bahwa Literasi merupakan langkah kami dalam menciptakan suprastruktur. Literasi Warung
Kopi menjadi salah satu program prioritas kami, yang selanjutnya akan kami laksanakan bersama Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) di 13 kecamatan selanjutnya.

“Fasilitas rak dan buku di warung kopi merupakan hal yang langkah di Maros. Padahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa salah satu tempat yang paling banyak membuat masyarakat
menghabiskan waktu yaitu warung kopi. Dari sinilah kamk melihat ruang-ruang literasi yang harus diakrabkan kepada masyarakat agar dapat menjadi kecakapan hidup. Berbagai donasi buku dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat membuat kami optimis pada agenda kegiatan yang akan datang” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris KNPI Maros, Rizal Pauzi mengatakan bahwa literasi warung kopi ini adalah upaya mendekatkan bacaan ke pemuda dan masyarakat. kita mengubah kebiasaan lama, kalau dulu untuk mendapatkan bahan bacaan harus ke perpustakaan dan terbukti kurang efektif. maka kita mencoba dengan memindahkan bacaan ke tempat yang disenangi masyarakat.

“warung kopi tentu saat ini adalah tempat paling disenangi untuk bersantai dan mengadakan pertemuan. makanya kita pilih menempatkannya di warkop. untuk pusat bahan bacaannya tetap di taman literasi, Selanjutnya kita distribusikan ke literasi Warung kopi di kecamatan – kecamatan. tentu kedepan bukan sekedar penyediaan bacaan, tapi juga digalakkan diskusi dan pengembangan skill” jelas penggagas gerakan Maros kabupaten literasi ini.

Adapun pengelola Amanda Cafe, Ainun Laila Sari menyambut baik kehadiran literasi warung kopi ini.

“Kami berterima kasih atas kepercayaannya bekerjasama dengan cafe kami. Kedepannya kami siap untuk tetap bersinergi untuk pengembangan literasi” jelas Ainun.

Adapun buku yang tersedia di literasi warung kopi terdiri dari buku kebangsaan, novel, tata cara bercocok tanam hingga biografi tokoh.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment