Erwin Aksa: Pemimpin Kedepan Harus Prioritaskan Kesehatan, Ekonomi dan Pendidikan

0 Komentar

Diskusi santai Erwin Aksa bahas Covid-19 dan Ekonomi.

UPOS.ID, MAKASSAR – Pengusaha nasional sekaligus politisi Golkar, Erwin Aksa menginginkan seorang pemimpin daerah harus mampu menerapkan politik anggaran dalam memajukan sebuah daerah, apalagi di situasi terpuruk masa pandemi Covid-19.

Erwin menerangkan, politik anggaran yang dimaksud, seorang pemimpin harus mampu menempatkan anggaran pada program yang sangat dibutuhkan masyarakat, yakni masalah kesehatan.

“Pemimpin Kota Makassar kedepan harus punya visi terhadap kesehatan masyarakat. Jangan seperti para pendahulunya yang tidak mengerti membangun publik healt,” terang Erwin Aksa dalam diskusi santai di Warkop Sami, Jalan Boulevard, Minggu (29/11).

Ketua Umum BPP HIPMI periode 2008–2011 ini melihat banyak hal yang tidak menjadi perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di beberapa tahun terakhir.

“Kita malah lihat ada beberapa fasilitas kesehatan yang dibangun tapi mangkrak. Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit Batua,” sebut Ketua Tim Pemenangan paslon Appi-Rahman itu.

Kemudian, lanjut Erwin Aksa, jangankan sumber daya manusia (SDM) dibagun, fisik atau fasilitas kesehatan saja dibangun mangkrak. Artinya sistem dan perencanaannya tidak jelas.

“Setiap kepala daerah itu harus punya politik anggaran yang jelas memihak pada masyarakat. Ini yang terlihat malah sebaliknya. Tidak punya visi yang jelas terhadap politik anggaran yang namanya kesehatan. Belum lagi terkait politik anggaran untuk pendidikan dan infrastruktur,” papar CEO Bosowa Grup ini.

Untuk itu, sambung Erwin Aksa, pemimpin sudah seharusnya menjadikan pandemi Covid-19 ini sebagai pelajaran agar kebutuhan kesehatan masyarakat dijadikan skala prioritas.

“Jangan seperti sekarang yang dengan adanya pandemi, terjadi chaos. Itu lagi-lagi karena tidak ada kepedulian kesehatan yang dirasakan,” ujarnya.

“Makanya pada 2021, politik anggaran kesehatan nomor satu. Kemudian perbaikan ekonomi dengan berbagai macam intesifnya. Ketiga bagaimana membangun pendidikan dasar yang baik,” tutup politisi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar ini.(*)

Penulis : Majid
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment