Heboh Tudingan Danny ke JK, Pengamat: Ini Blunder Politik Jelang Pencoblosan

0 Komentar

Pengamat Politik Unismuh, Luhur A. Priyanto.

UPOS.ID, MAKASSAR – Jelang pencoblosan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2020, dinamika politik diwarnai dengan heboh rekaman suara calon wali kota nomor urut 1, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang menuding mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) adalah otak di balik penangkapan Edy Prabowo.

Kejadian heboh ini telah dilaporkan pihak JK ke polisi. Begitupun pihak Danny yang keberatan rekaman suara itu disebar luaskan ke publik.

Meski telah bergulir di meja hukum, kejadian yang telah menjadi buah bibir warga Kota Makassar itu akan banyak memberikan dampak buruk terhadap elektoral pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan. Demikian dikatakan Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Luhur A. Priyanto.

Dia menyebut kejadian ini adalah blunder politik yang dilakukan paslon nomor urut 1.

“Iya ini memang kejadian yang istilahnya adalah blunder politik, seharusnya tokoh-tokoh seperti pak Danny ini yang dalam posisi pusat perhatian, berhati-hati dalam membuat statmen, karena apapun yang dilakukan sekarang, apalagi dalam kontestasi yang sangat ketat seperti sekarang ini,” ungkap Luhur, Minggu (6/12).

Baca Juga: Beredar Rekaman Percakapan Mirip Suara DP Sebut JK Chaplin Dibalik Penangkapan Edhy

Lanjutnya, dalam kondisi kritis seperti saat ini, lawan akan memanfaatkan blunder politik sebagai bahan negative campaign yang akan memberikan dampak buruk terhadap elektoral paslon.

“Ini akan menjadi bahan bagi lawan untuk bisa dikemas berulang-ulang di masa setelah tahapan sosialisasi berakhir. Pemilih saat ini masih ada orang yang belum menentukan pilihan, nanti menjelang pencoblosan baru menentukan pilihannya, dan mereka itu juga bukan semua pemilih rasional yang masih mempertimbangkan identitas, mereka bisa menjauh pada situasi saat ini,” jelasnya.

Baca Juga: Tuding JK Bermain di Balik OTT Edy Prabowo, Sholin Kalla Polisikan Danny Pomanto

Selain menanggapi kejadian tersebut lewat kaca mata politik, Luhur mengaku menyayangkan Danny yang dinilainya tidak memiliki etika terhadap seorang yang sangat dihormati di negeri ini. Apalagi JK adalah tokoh asal Sulawesi Selatan.

“Bagaimana pun, Pak JK merupakan tokoh, kita tidak bisa ragukan kontribusi nya bagi daerah ini, saya kira semua orang menyayangkan (statmen Danny). Karena beliau tokoh kita masyarakat Sulsel, wajar saja kalau akhirnya banyak yang tidak suka dengan perlakuan Danny ke Pak JK,” pungkasnya.

Penulis : Majid
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment