Tuding JK, Tokoh Pemuda Bone Desak Danny Pomanto Minta Maaf Secara Terbuka

0 Komentar

Tokoh Pemuda Bone, Muhammad Iksan.

UPOS.ID, MAKASSAR – Tokoh Pemuda Bone, Muh Iksan mendesak calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto untuk meminta maaf secara terbuka atas tuduhan tak berdasar terhadap mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

Menurut Dewan Senior Kerukunan Keluarga dan Mahasiswa Amali Bone itu, rekaman percapakan Danny yang tersebar ke publik telah membuat kegaduhan dengan merendahkan tokoh bangsa yang sangat dihormati masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya orang Bone.

“Saya sebagai tokoh muda Bone meminta ke Danny Pomanto untuk terbuka meminta maaf. Karena kami masyarakat, khususnya orang Bone yang menggap Pak JK adalah orang tua kami,” ucapnya dalam keterangan rilis yang diterima UPOS.ID, Senin (7/12).

Iksan menyayangkan tudingan tersebut. Ia bahkan menilai sosok Danny Pomanto seolah tak memiliki etika dan sopan santun.

Bahkan ia mengaku heran, Jusuf Kalla yang telah memberikan kontribusi besar kepada Sulawesi Selatan bisa difitnah sekeji itu.

“Terlepas dari proses hukum yang sedang berjalan, saya pemuda Bone masih ingin melihat ada etika baik dari Danny Pomanto meminta maaf secara terbauka,” tegas praktisi hukum jebolan Universitas Muslim Indonesia itu.

Sebelumnya beredar video dan disertai rekaman suara diduga suara Danny Pomanto menuding mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, sebagai otak di balik penangkapan Edhy Prabowo atas kasus korupsi impor benih lobster.

Video berdurasi 1 menit 58 detik itu menyebar luas di media sosial, Sabtu (5/12/2020).

“Kepada seluruh masyarakat, jangan pilih tukang fitnah!,” kata Danny pads video pembukaan. Bukan kalimat pembuka itu yang menghentak perhatian publik

Dari rekaman itu, suara percakapan yang diduga Danny Pomanto menyinggung sejumlah tokoh-tokoh besar di negeri ini.

Sebut saja Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pentolan FPI Habib Rizieq Shihab.(*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment