KEPMI Lakkawa Adakan Bina Desa, Geliat Mahasiswa di Tengah Pandemi

0 Komentar

UPOS.ID, BONE — Kesatuan Pelajar Mahasiswa Bone Lamakkawa Kampus Universitas Islam Makassar menggelar Bina Desa di Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone. Tepatnya Desa Pattuku, Kamis (18/02/2021).

Ketua Umum Kepmi Lamakkawa UIM Andi Suriadi menuturkan, Bina Desa adalah bentuk geliat mahasiswa di tengah kungkungan pandemi yang melanda dunia. 

“Kita sama tahu bahwa pandemi telah membatasi kita semua, bukan hanya di Bone, Indonesia bahkan seluruh dunia ikut merasakan. Kami datang untuk menunjukkan bahwa dengan kondisi demikian kami masih bisa berbuat, untuk masyarakat,” ungkap Suriadi.

Menyambung pernyataan ketua Kepmi Lamakkawa tersebut, Kapolsek Bontocani AKP Muh. Nasir, mengingatkan bahwasanya mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan tetap dilaksanakan. Dirinya mengaku sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa untuk membangun daerahnya.

“Meski sebenarnya saya punya kegiatan di Kota tetapi mengapresiasi kegiatan mahasiswa, kami datang untuk menyaksikan secara langsung, ini adalah luar biasa. Pesan saya jangan ragu-ragu untuk berkoordinasi dengan semua kalangan pembesar Bontocani dalam membangun Bontocani, seperti Andi Irwandi beliau adalah tokoh yang peduli dan mau membangun. Beliau perjuangkan jalan poros Bontocani-Camba, meski sayang anggarannya terpangkas Covid tetapi telah dimulai,” beber Kapolsek Bontocani.

Sementara itu Kepala Desa Pattuku, Drs. Bangga, menyampaikan bahwasanya kedatangan mahasiswa tersebut disambut sukacita. Melaksanakan beberapa item kegiatan yang sangat bermanfaat salah satu yang paling dinantikan adalah penyuluhan pertanian dengn mendatangkan penyuluh dari Dinas Pertanian, karena warga desa bertani masih campur aduk menggunakan sistem traditional dan modern.

“Jarang-jarang da mahasiswa yang mau turun berbakti seperti ini, kami sangat bersyukur kedatangan adek-adek mahasiswa. Apalagi mendatangkan penyuluh dari Dinas Pertanian dan UPT Kecamatan, warga kita disini masih bertani model campur sari, belum meninggalkan sistem traditional dan belajar bertani modern, semoga penyuluhan yang diadakan memberikan pembelajaran yang baik bagi warga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, jikalau Desa Pattuku punya kelebihan yang strategis dimaksimalkan yakni memiki 7 sumber mata air yang hampir sama besarnya dan satu Wisata Air terjun. Harapannya mahasiswa dapat menikmati nuansa pedesaan dengan segala kesederhanaan yang dimiliki.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama satu minggu mulai 18-2 Februari 2021.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment